
"Entah engkau berpikir bahwa engkau bisa melakukannya, atau engkau berpikir bahwa engkau tidak bisa melakukannya; engkau benar!" ~Henry Ford
To set your featured posts, please go to your theme options page in wp-admin. You can also disable featured posts slideshow if you don't wish to display them.
To set your featured posts, please go to your theme options page in wp-admin. You can also disable featured posts slideshow if you don't wish to display them.
To set your featured posts, please go to your theme options page in wp-admin. You can also disable featured posts slideshow if you don't wish to display them.
admin
admin
Ada sebuah buku yang ditulis oleh Steve Delcasson yang membahas tentang bentuk-bentuk kepercayaan yang mendasari personalitas manusia. Ada bagian yang sangat saya sukai yaitu tentang kepercayaan-kepercayaan yang dapat memberdayakan. Tulisan ini sudah saya post-kan di blog saya yang lain: greencommet, sepertinya sangat layak saya paste ke sini untuk Anda.
Kepercayaan adalah hal pertama yang kita butuhkan bagi jiwa dan mental kita dalam menjalani kehidupan ini. Kepercayaan pertama sekali mendapat bentuknya melalui dan dalam elemen terkecil komunitas, yaitu keluarga kita sendiri. Kita pertama-tama mengadopsi dengan mentah kepercayaan yang sudah ada di dalam keluarga kita. Itu kemudian mendapat bentuk yang lebih kompleks dalam interaksi sosial dan dalam proses pembelajaran sepanjang kehidupan.
Bagi saya, keyakinan itu ibarat bayi mungil yang mesti dilampini, dijaga, dibentuk dan disusui agar ia dapat bertumbuh menjadi suatu bentuk kepercayaan yang semakin baik, berorientasi penyempurnaan. Dalam bahasa pribadi saya, saya suka menyebutnya sebagai kepercayaan yang memberdayakan. Dengan mengatakannya sebagai “Kepercayaan yang memberdayakan’ maka saya juga mau mengatakan bahwa ada kepercayaan yang tidak memberdayakan.
Di bawah ini saya buat 5 daftar kepercayaan yang memberdayakan.
admin